Olahraga Lari, Aktivitas Fisik yang Menjadi Gaya Hidup Kekinian
Janna Aliftanindya Sartyawan

Olahraga Lari, Aktivitas Fisik yang Menjadi Gaya Hidup Kekinian

1 tahun yang lalu 2 MENIT MEMBACA

Dulu, kegiatan lari identik dengan olahraga yang ‘murah’ – tidak perlu alat khusus, tinggal pakai sepatu, dan bisa langsung gas di jalanan. Namun, seiring berjalannya waktu, olahraga lari mengalami pergeseran makna. Bukan hanya soal keringetan dan bakar kalori, tetapi menjadi lifestyle yang lebih sehat, aktif, dan keren.

Kita bisa lihat dan observasi dari lingkungan kita, motivasi lari sangat beragam. Ada yang mencoba karena ingin ‘tantangan’ baru, breaking the old habit yang terlalu banyak diam di rumah. Ada yang tertarik karena diajak teman, lari bareng-bareng saat waktu senggang. Ada pula yang merasa butuh bentuk eskapisme ‘baru’ untuk meredakan stres dengan sesuatu yang positif dan produktif.

Masih banyak lagi motivasi-motivasi yang pastinya menarik untuk dikulik, yang menyebabkan lari tidak lagi sekadar olahraga yang menyehatkan, tetapi juga bagian dari personal stories dalam bentuk baru. 

Menariknya, tren olahraga lari juga jadi momentum emas buat brand-brand tertentu untuk masuk dan engage dengan audiens. Banyak brand – baik itu sportswear, makanan sehat, hingga teknologi – mulai bikin brand activation lewat event-event lari, jadi sponsor di half-marathon, bahkan bikin race mereka sendiri. Sebut saja Women’s 10K yang disponsori AIA Vitality, Pocari Sweat Run, BNI-UI Half Marathon, dan masih banyak lagi. Mereka memberikan experience lengkap lewat race kit berupa jersey eksklusif, training bareng, medali dengan desain unik, dan lain-lain. 

Dari sini kita bisa lihat, bahwa kegiatan lari juga bisa menjadi sarana untuk menyusun strategic branding yang kuat, karena audiensnya engaged secara emosional. 

Baca juga: Tren Olahraga di Indonesia Berkembang Jadi Tren Gaya Hidup

olahraga lari
Source: Freepik

Lari, dalam hal ini, jadi medium interaksi yang lebih bermakna antara brand dengan customer, karena audiensnya tidak hanya datang untuk membeli, tetapi ikut ‘nyemplung’ dalam experience-nya; lari bareng, capek bareng, senang bareng karena bisa finish di garis race. Kesannya jadi lebih dekat, lebih relevan, dan tidak maksa. 

Pada akhirnya, aktivitas lari yang dulu cuma jadi opsi olahraga yang murah dan gampang, sekarang sudah berubah level, yakni menjadi bagian dari gaya hidup kekinian yang meaningful dan punya cerita. Aktivitas lari berubah menjadi ruang untuk mengekspresikan diri, tempat untuk menjajaki pencapaian personal, bahkan wadah untuk membangun koneksi sosial.

Lebih seru lagi, perubahan ini tidak hanya di skala individu saja – brand, komunitas, dan teknologi juga ikut ‘nimbrung’, membentuk ekosistem lari yang lebih hidup dan dinamis. Karena terkadang, olahraga lari bukan cuma soal mencapai finish line, tapi soal perjalanan, relasi, dan versi diri kita yang pelan-pelan terus bertumbuh.

populix research service

Baca juga: Olahraga Lari Marathon, Apakah Khalayak Tertarik Mencobanya?

Artikel Terkait
Focus Group Discussion (FGD): Pengertian, Tujuan, Proses
Focus Group Discussion atau FGD adalah salah satu teknik survei yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai tujuan. Baik itu, kepentingan bisnis, marketing plan, akademik, atau pengembangan produk hingga layanan.  Lantas, bagaimana metode FGD dan apa yang membedakannya dari strategi lainnya? Yuk, simak ulasan dalam artikel berikut untuk lebih memahaminya! Apa Itu FGD atau Focus Group Discussion? […]
Competitive Advantage Adalah Strategi untuk Bisnis, Ini Contohnya
Keunggulan kompetitif atau competitive advantage adalah salah satu faktor yang penting dalam kesuksesan bisnis jangka panjang. Ketika sebuah bisnis mampu mengungguli kompetitor, tentunya tidak hanya ada potensi kenaikan pendapatan, melainkan juga pertumbuhan bisnis bisa meningkat. Mungkin beberapa dari Anda masih asing dengan istilah ini. Tak apa, sebab kami sudah merangkum secara lengkap mengenai apa itu […]
Pengertian Kuesioner, Jenis, Cara Membuat dan Contohnya
Di dalam sebuah penelitian, diperlukan adanya teknik pengumpulan data. Teknik pengumpulan data sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Metode kuesioner adalah salah satu contoh pengumpulan data primer. Metode ini merupakan pengambilan data secara langsung kepada responden melalui pengisian survei. Artikel berikut akan membahas seputar kuesioner mulai dari pengertian, jenis, cara membuat, dan contohnya. […]
Populix
13 Jul 2023