Jakarta, 2 November 2026 — Menurut data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), selama beberapa bulan terakhir, khususnya pada bulan Agustus dan September, terjadi peningkatan penjualan mobil. Sepanjang Januari hingga September 2026 terjadi peningkatan 21% dari sisi wholesale (pabrik ke dealer) dan 15,4% secara ritel (dealer ke konsumen), dibandingkan dengan periode sebelumnya. Namun, bagaimana dari sisi konsumen? Bagaimana preferensi mereka? Khususnya generasi milenial dan Z yang saat ini jumlahnya hampir setengah dari total populasi Indonesia, dan tentunya sangat mempengaruhi pasar.
Baru-Baru ini Populix meluncurkan laporan terbaru “Decoding Indonesia’s Upper Middle MZs Consumer Signals in the Passenger Car Market”. Studi yang dilakukan terhadap 800 konsumen mobil kelas menengah ke atas ini mengungkap preferensi dan minat dalam pembelian mobil penumpang. Seluruh responden studi memiliki mobil pribadi dan melakukan pembelian dalam lima tahun terakhir.
Susan Adi Putra, Associate Research Director Populix, menjelaskan, “Mobil konvensional saat ini masih mendominasi pasar, meskipun mobil listrik mulai mendapatkan momentum. Satu dari lima responden mengaku tertarik memiliki mobil listrik maupun hybrid, khususnya milenial muda dan Gen Z di rentang usia 25-35 tahun.”
Apabila dibagi berdasarkan jenis, mobil Multi-Purpose Vehicle (MPV) dan Sport Utility Vehicle (SUV) masih sangat mendominasi pasar. Umumnya, mobil dipergunakan untuk bekerja dengan frekuensi penggunaan enam hari dalam seminggu, dengan rerata jarak tempuh 17,6 km per hari.
Pembelian selanjutnya: mobil tambahan, budget menengah, dan titik berat di inovasi
Setidaknya enam dari sepuluh orang yang dalam setahun ke depan berencana membeli mobil akan memanfaatkannya sebagai kendaraan tambahan, di samping mobil yang mereka miliki saat ini. Rata-Rata budget yang disiapkan pun sekitar Rp493 juta, yang berada di puncak segmen mobil menengah (Rp200-500 juta) dan hampir menyentuh segmen menengah-atas (Rp500 juta-Rp1 miliar).
Rencana pembelian sangat dipengaruhi oleh teknologi, inovasi, dan kepercayaan terhadap merek. Konsumen sangat mempertimbangkan performa mesin, desain futuristik, kualitas premium, serta reputasi pabrikan secara global.
“Tak heran, minat terhadap mobil listrik meningkat secara signifikan. Sekitar seperempat responden bahkan mengaku sangat tertarik untuk membeli mobil listrik, khususnya merek BYD, Hyundai, dan Wuling. Mereka juga sudah tidak terlalu khawatir mengenai infrastruktur pengisian daya, yang pada studi Populix tahun lalu masih menjadi poin penting dalam pertimbangan pembelian mobil listrik,” ungkap Susan Adi Putra.
Pengguna Toyota, Daihatsu, dan Hyundai jadi yang paling puas
Dari delapan merek mobil penumpang yang paling banyak dibeli dalam lima tahun terakhir, Toyota, Hyundai, dan Daihatsu menempati tiga posisi teratas dalam hal kepuasan pelanggan. Berbagai faktor berkontribusi terhadap kepuasan tersebut, mulai dari keandalan dan kinerja mesin yang menjadi pertimbangan penting bagi pengguna Hyundai dan Mitsubishi, hingga kenyamanan berkendara yang menonjol bagi pengguna Mitsubishi. Desain modern dan menarik juga menjadi faktor penting bagi pengguna Wuling, Hyundai, dan BYD, sementara efisiensi energi menjadi keunggulan yang banyak diapresiasi oleh pengguna Suzuki dan Daihatsu.
Pengalaman kepemilikan yang baik tidak hanya terbatas pada kendaraannya saja. Populix menemukan bahwa mayoritas pengguna mengharapkan tiga layanan purna jual; mulai dari kualitas pengerjaan, ketersediaan suku cadang, hingga profesionalisme staf servis dalam menjelaskan masalah kendaraan. Harapan-harapan ini secara umum telah dipenuhi oleh merek-merek otomotif terkemuka, yaitu Toyota, Honda, dan Hyundai.
Petakan asosiasi merek, mulai dari fitur satuan, layanan purna jual, hingga paket paling komplit
Pada studi ini, Populix juga melakukan pemetaan asosiasi merek melalui analisis pendapat responden. Pemetaan ini terbagi menjadi tiga faktor, yaitu produk, teknologi dan desain, serta nilai kepemilikan dan kepercayaan.
“BYD memimpin inovasi dan teknologi mutakhir; Daihatsu dikenal karena layanan purna jualnya; Honda dan Toyota memiliki nilai jual kembali yang tinggi; Hyundai dikenal sebagai paket komplit di sisi keamanan, kenyamanan, fitur, dan penggunaan; Mitsubishi dipercaya dalam kualitas mobil dan kenyamanan berkendara; Suzuki memiliki garansi dan perawatan terbaik; dan Wuling dianggap sebagai pionir EV di Indonesia,” jelas Susan Adi Putra.
Berikut adalah asosiasi merek berdasarkan pendapat konsumen, diurutkan sesuai alfabet dengan penyebutan asosiasi terkuat di awal:
BYD:
Inovatif dan dilengkapi teknologi mutakhir
Desain premium
Daihatsu:
Layanan purna jual dan jaringan dealer yang luas
Garansi mesin dan perawatan gratis yang panjang
Honda:
Nilai jual kembali yang kompetitif
Nilai jual kembali yang tinggi
Performa mesin yang kuat (akselerasi, pengereman, pengendalian, tenaga mesin)
Hyundai:
Paket komplit (keamanan, kenyamanan, fitur, dan penggunaan)
Desain premium
Inovasi teknologi dan konektivitas
Mitsubishi:
Kualitas mobil yang kuat dan solid
Nyaman dikendarai (suspensi yang bagus, senyap, dan stabil)
Suzuki:
Layanan purna-jual dan jaringan dealer yang luas
Harga sesuai kualitas yang didapatkan
Toyota:
Nilai jual kembali yang kompetitif
Nilai jual kembali yang tinggi
Performa mesin yang kuat (akselerasi, pengereman, pengendalian, tenaga mesin)
Wuling:
Pionir segmen mobil listrik
“Meskipun analisis ini cukup bias karena mungkin tidak sesuai dengan data konkret, asosiasi merek yang ditampilkan menggambarkan bagaimana masing-masing brand dilihat dari kacamata konsumen. Maka dari itu, tiap brand perlu memastikan apakah nilai kuat yang mereka tonjolkan sudah cukup tersampaikan, atau malah harus menyesuaikan kembali untuk menjaring lebih banyak pengguna,” akhir Susan Adi Putra.
– Selesai –
Tentang Studi
Studi “Decoding Indonesia’s Upper Middle MZs Consumer Signals in the Passenger Car Market” dilakukan pada 800 pemilik mobil pribadi yang melakukan pembelian dalam lima tahun terakhir. Pengambilan data dilakukan pada 30 April–13 Mei 2026, dengan mayoritas responden adalah laki-laki yang sudah berkeluarga. Umumnya, responden berusia 25-45 tahun, yang menggambarkan demografi generasi milenial dan Z. Mayoritas berada pada kelas menengah ke atas dan bekerja sebagai wiraswasta atau karyawan manajerial menengah di perusahaan.
Tentang Populix
Populix adalah konsultan growth berbasis riset yang membantu bisnis, institusi, dan lembaga pemerintah memahami konsumen, pemangku kepentingan, dan peluang mereka dengan lebih jelas. Dengan menggabungkan data, teknologi, dan keahlian mendalam, Populix membantu klien menemukan apa yang benar-benar penting, mengubah insight menjadi tindakan nyata, dan mengukur dampaknya. Layanan Populix mencakup growth journey secara menyeluruh, mulai dari riset pasar dan riset kebijakan dan masyarakat, hingga strategi kampanye, eksekusi, amplifikasi, dan pengukuran kinerja. Populix juga menghadirkan PopSurvey, platform survei mandiri berbasis online yang membantu pengguna mengakses insight secara lebih cepat dan efisien. Untuk mengunduh studi-studi terbaru dari Populix, silakan kunjungi info.populix.co
Kontak Media
Populix PR Team
[email protected]
IDN
ENG