{"id":35922,"date":"2023-09-25T11:05:01","date_gmt":"2023-09-25T04:05:01","guid":{"rendered":"https:\/\/info.populix.co\/?p=35922"},"modified":"2025-03-27T13:44:52","modified_gmt":"2025-03-27T13:44:52","slug":"bivariat-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/populix.co\/articles\/bivariat-adalah","title":{"rendered":"Bivariat: Pengertian, Jenis, Contoh Penerapan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa itu bivariat? Bivariat adalah bentuk analisis yang mengacu pada analisis dua variabel untuk menentukan hubungan di antara keduanya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Analisis bivariat pun merupakan kebalikan dari analisis univariat (analisis terhadap satu variabel saja), serta berbeda dengan multivariat (analisis terhadap dua variabel atau lebih secara bersamaan).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Analisis Bivariat?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/capture-20230919-155429-1.jpg\" alt=\"bivariat adalah\" class=\"wp-image-36003\" srcset=\"https:\/\/populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/capture-20230919-155429-1.jpg 800w, https:\/\/populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/capture-20230919-155429-1-325x217.jpg 325w, https:\/\/populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/capture-20230919-155429-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/capture-20230919-155429-1-200x133.jpg 200w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Source: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Analisis bivariat adalah suatu metode statistik yang menguji keterkaitan dua hal berbeda. Tujuannya yaitu untuk menentukan apakah ada hubungan statistik antara kedua variabel, dan jika ada, seberapa kuat serta ke arah mana hubugan tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengutip <em><a href=\"https:\/\/www.questionpro.com\/blog\/bivariate-analysis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener nofollow\">QuestionPro<\/a><\/em>, jenis analisis ini berguna untuk menentukan bagaimana dua <strong><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/variabel-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">variabel<\/a><\/strong> terhubung dan menetukan tren serta pola dalam data. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada analisis statistik, membedakan antara data ketegorikal dan data numerik sangatlah penting. Sebab, data kategorikal melibatkan kategori atau label yang berbeda, sedangkan data numerik terdiri dari besaran yang dapat diukur. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengenali data bivariat menjadi syarat untuk melakukan analisis. Analisis data adalah proses yang melibatkan penggalian wawasan dari data untuk membuat keputusan yang tepat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data bivariat dapat dibapahami sebagai pasangan X dan Y. Nah, biasanya X dan Y ini merupakan dua ukuran yang disertakan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/baseline-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baseline Adalah: Pengertian, Tujuan, Contoh Penerapan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis Analisis Bivariat<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/capture-20230829-152125-7.jpg\" alt=\"analisis bivariat adalah\" class=\"wp-image-36006\" srcset=\"https:\/\/populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/capture-20230829-152125-7.jpg 800w, https:\/\/populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/capture-20230829-152125-7-325x217.jpg 325w, https:\/\/populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/capture-20230829-152125-7-768x512.jpg 768w, https:\/\/populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/capture-20230829-152125-7-200x133.jpg 200w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Source: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terdapat beberapa jenis analisis bivariat yang dapat digunakan untuk menentukan hubungan dua variabel. Berikut ini jenis-jenis yang paling umum digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Scatterplots<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Scatterplots <\/em>atau plot sebar merupakan grafik yang memberikan gambaran visual tentang bagaimana dua variabel berhubungan satu sama lain. Jenis ini menunjukkan nilai satu variabel pada sumbu X dan nilai variabel lainnya pada sumbu Y. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Regression<\/strong> <strong>(Analisis Regresi)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melansir situs <em><a href=\"https:\/\/www.statisticshowto.com\/probability-and-statistics\/statistics-definitions\/bivariate-analysis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener nofollow\">Statistics How To<\/a><\/em>, analisis regresi adalah istilah umum untuk berbagai alat yang dapat Anda gunakan untuk menentukan bagaimana titik data Anda terkait. Regresi linear sederhana dan regresi linear berganda adalah contoh umum dalam analisis regresi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Correlation<\/strong> (<strong>Analisis Korelasi)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Korelasi adalah ukuran statistik yang menunjukkan seberapa kuat dan ke arah mana dua variabel dihubungkan. Korelasi positif artinya jika salah satu variabel naik, maka variabel lainnya juga naik. Korelasi negatif menunjukkan bahwa ketika satu variabel naik, maka variabel lainnya turun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. ANOVA<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/two-way-anova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Uji ANOVA<\/strong><\/a> menentukan apakah rata-rata lebih dari dua kelompok berbeda satu sama lain secara statistik. Ada beberapa jenis ANOVA, termasuk ANOVA satu arah, ANOVA dua arah, dan ANOVA faktorial.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Chi-square Test<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Merupakan metode statistik untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam satu atau lebih kategori antara apa yang diharapkan dan apa yang diamati. Premis utama pengujian ini adalah untuk menilai nilai data aktual untuk melihat apa yang diharapkan jika <strong><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/hipotesis-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hipotesis<\/a><\/strong> nol valid.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peneliti menggunakan uji statistik ini untuk membandingkan variabel kategori dalam kelompok sampel yang sama. Ini juga membantu memvalidasi atau menawarkan konteks untuk penghitungan frekuensi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/eksogenitas-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Eksogenitas Adalah: Definisi, Jenis, Contoh dalam Penelitian<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Analisis Bivariat dalam Penelitian<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/capture-20230821-210810.jpg\" alt=\"contoh analisis bivariat\" class=\"wp-image-36007\" srcset=\"https:\/\/populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/capture-20230821-210810.jpg 800w, https:\/\/populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/capture-20230821-210810-325x217.jpg 325w, https:\/\/populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/capture-20230821-210810-768x512.jpg 768w, https:\/\/populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/capture-20230821-210810-200x133.jpg 200w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Source: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anggaplah Anda melakukan penelitian pasar untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi preferensi konsumen terhadap dua merek <em>smartphone<\/em> terkemuka di Indonesia: Merek A dan Merek B.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda ingin mengetahui apakah faktor usia dan penghasilan memiliki pengaruh signifikan terhadap pilihan konsumen antara kedua merek ini. Berikut langkah-langkahnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 1: Pengumpulan Data<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama-tama, Anda mengumpulkan data dari responden, termasuk informasi tentang usia mereka, penghasilan tahunan, dan merek smartphone yang mereka pilih.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 2: Mengatur Data<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah data terkumpul, Anda mengatur data ke dalam tabel yang menunjukkan usia dan penghasilan masing-masing responden, serta merek <em>smartphone<\/em> yang mereka pilih (Merek A atau Merek B).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 3: Analisis Deskriptif<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda melakukan analisis deskriptif untuk melihat gambaran umum dari data Anda. Anda dapat membuat tabel frekuensi atau diagram batang untuk melihat sebaran preferensi merek berdasarkan usia dan penghasilan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tabel 1: Frekuensi Preferensi Merek Smartphone berdasarkan Usia<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>Usia<\/td><td>Merek A<\/td><td>Merek B<\/td><\/tr><tr><td>18-25<\/td><td>50<\/td><td>30<\/td><\/tr><tr><td>26-35<\/td><td>45<\/td><td>40<\/td><\/tr><tr><td>36-45<\/td><td>30<\/td><td>20<\/td><\/tr><tr><td>46-55<\/td><td>15<\/td><td>10<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tabel 2: Frekuensi Preferensi Merek Smartphone berdasarkan Penghasilan (dalam juta rupiah)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>Penghasilan<\/td><td>Merek A<\/td><td>Merek B<\/td><\/tr><tr><td>&lt;5<\/td><td>40<\/td><td>20<\/td><\/tr><tr><td>5-10<\/td><td>55<\/td><td>45<\/td><\/tr><tr><td>10-15<\/td><td>30<\/td><td>25<\/td><\/tr><tr><td>&gt;15<\/td><td>15<\/td><td>10<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 4: Uji Statistik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah melihat gambaran umum, Anda dapat melakukan uji statistik untuk menentukan apakah ada hubungan yang signifikan antara usia dan penghasilan terhadap preferensi merek. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam hal ini, Anda dapat menggunakan uji Chi-square untuk menguji independensi antara variabel usia dan merek <em>smartphone<\/em>, serta antara variabel penghasilan dan merek <em>smartphone<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil uji statistik ini akan memberikan informasi apakah hubungan antara faktor-faktor ini adalah kebetulan atau signifikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Langkah 5: Interpretasi Hasil<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah melakukan uji statistik, Anda akan dapat menentukan apakah ada hubungan yang signifikan antara usia dan preferensi merek serta antara penghasilan dan preferensi merek. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda dapat menginterpretasi hasil ini untuk mengidentifikasi faktor yang paling memengaruhi preferensi konsumen terhadap merek <em>smartphone<\/em> di pasar Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh di atas adalah analisis bivariat yang sederhana dalam sebuah penelitian pasar di Indonesia. Hal ini dapat membantu Anda dalam mengidentifikasi hubungan antara dua variabel yang mungkin memengaruhi preferensi konsumen di pasar tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">***<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/endogenitas-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Endogenitas Adalah: Pengertian, Penyebab, Cara Mengatasi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita dapat menggali korelasi dan hubungan yang lebih dalam antara variabel-variabel yang relevan dengan menggunakan analisis bivariat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal itu tentu saja dapat memberikan wawasan berharga bagi pemilik bisnis, peneliti, dan pengambil keputusan untuk membuat strategi yang lebih efektif dan terinformasi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, dengan memanfaatkan layanan survei <em>online <\/em><strong><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/product\/poplite?utm_source=blog&amp;utm_medium=hyperlink&amp;utm_campaign=bivariat&amp;utm_id=organic\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">PopSurvey (sebelumnya Poplite)<\/a> <\/strong>ini pun Anda dapat menerapkan seperti apa cara kerja analisis bivariat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka dari itu, jangan ragu untuk memanfaatkan alat analisis bivariat ini melalui <strong><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/product\/poplite?utm_source=blog&amp;utm_medium=hyperlink&amp;utm_campaign=bivariat&amp;utm_id=organic\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">PopSurvey (sebelumnya Poplite)<\/a><\/strong> untuk meningkatkan pemahaman Anda terhadap data survei <em>online<\/em> Anda.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/product\/poplite?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=bivariat&amp;utm_id=organic\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"235\" src=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/PopSurvey-Populix-1-1024x235.jpg\" alt=\"PopSurvey Populix platform survei online\" class=\"wp-image-45369\" srcset=\"https:\/\/populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/PopSurvey-Populix-1-1024x235.jpg 1024w, https:\/\/populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/PopSurvey-Populix-1-300x69.jpg 300w, https:\/\/populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/PopSurvey-Populix-1-768x176.jpg 768w, https:\/\/populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/PopSurvey-Populix-1-1536x352.jpg 1536w, https:\/\/populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/PopSurvey-Populix-1-200x46.jpg 200w, https:\/\/populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/PopSurvey-Populix-1.jpg 1823w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/binomial-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Binomial Adalah: Definisi, Kriteria, Rumus Distribusi Binomial<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu bivariat? Bivariat adalah bentuk analisis yang mengacu pada analisis dua variabel untuk menentukan hubungan di antara keduanya. Analisis bivariat pun merupakan kebalikan dari analisis univariat (analisis terhadap satu variabel saja), serta berbeda dengan multivariat (analisis terhadap dua variabel atau lebih secara bersamaan). Apa Itu Analisis Bivariat? Analisis bivariat adalah suatu metode statistik yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":37569,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_angie_page":false,"_eb_attr":"","postBodyCss":"","postBodyMargin":[],"postBodyPadding":[],"postBodyBackground":{"backgroundType":"classic","gradient":""},"page_builder":"","footnotes":""},"categories":[324],"tags":[342],"class_list":["post-35922","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kamus-riset","tag-kamus-riset-id"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35922","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35922"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35922\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45761,"href":"https:\/\/populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35922\/revisions\/45761"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37569"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35922"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35922"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35922"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}