3 Tips Mempertahankan Bisnis di Tengah Krisis Saat Pandemi
Populix

3 Tips Mempertahankan Bisnis di Tengah Krisis Saat Pandemi

6 tahun yang lalu 4 MENIT MEMBACA

Menjalankan bisnis di tengah pandemi Covid-19 memiliki tantangan tersendiri. Semua pelaku usaha harus berputar otak untuk menyambung nafas bisnisnya. Terlebih adanya kebijakan pembatasan sosial yang diberlakukan di beberapa wilayah, yang menjadi pukulan telak bagi pelaku usaha. Pasalnya, pandemi corona mengharuskan semua orang untuk membatasi aktivitas di luar rumah.

Selain itu, banyak sektor usaha yang dipaksa tutup selama masa pandemi ini. Perusahaan dihadapkan pada pengurangan kapasitas karyawan yang diperbolehkan masuk kantor hanya 25%. Tidak ada jalan lagi bagi pelaku usaha selain bertahan di masa sulit ini.

Meski di tengah masa sulit, ada berbagai cara yang bisa dilakukan pelaku usaha untuk “menyambung nafas” bisnisnya, terlebih lagi di tengah ancaman resesi ini. Berikut adalah tips yang bisa diterapkan pelaku usaha dalam menghadapi krisis saat pandemi serta perubahan kondisi pasar.

1. Mengatur dan Mengevaluasi cash flow Bisnis

Pandemi sangat lekat dengan ketidakpastian. Semua pihak tidak bisa memastikan secara pasti kapan wabah Covid-19 akan berakhir dan situasi kembali seperti semula. Ketidakpastian itu harus diatasi pelaku usaha dengan melihat kembali catatan keuangan untuk menakar kemampuan bisnis anda.

Setelah mengetahui kondisi keuangan terkini, pelaku usaha bisa mengubah skema bisnis menjadi mode survival. Dengan kata lain, perusahaan harus melakukan efisiensi biaya untuk aktivitas bisnis yang memakan cost atau biaya yang cukup besar. Beberapa hal yang dapat ditunda antara lain ekspansi bisnis, proyek campaign dalam skala besar, dan meminimalisir biaya branding perusahaan.

Baca juga: 5 Tips Melindungi Bisnis di Masa Pandemi

Untuk menghindari konflik di antara karyawan, penting pula untuk mengkomunikasikan kondisi terkini perusahaan secara transparan. Hal ini dapat secara langsung memberikan empati sekaligus mencegah perpecahan di antara anggota karyawan.

2. Menjaga Loyalitas Konsumen

via Pixabay

Menggaet konsumen menjadi perkara yang tidak mudah di masa penurunan ekonomi ini. di sisi lain, konsumen adalah faktor penentu agar bisnis anda tetap bisa berjalan. Namun, masih ada celah yang bisa dilalui untuk mempertahankan loyalitas konsumen.

Alih-alih menghabiskan dana berlebih untuk promosi, konsumen rupanya lebih loyal kepada produk yang menunjukan kepekaan dan kepedulian sosial terhadap kondisi pandemi ini. brand atau produk anda sangat memungkinkan dilirik konsumen bila pelaku bisnis pandai mengelola sensitivitas publik.

Studi dari Harvard Business School menyebut krisis pandemi Covid-19 membuat konsumen terpacu untuk mencari informasi soal pengaruh pandemi terhadap suatu perusahaan. Perusahaan dapat mengatasi kondisi tersebut dengan menghindari komunikasi yang menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran tentang krisis tanpa menawarkan solusi dan harapan kepada konsumennya.

Tidak sampai di situ, perusahaan juga dapat menginformasikan bahwa konsumen bisa terus mengakses dan membeli produk atau layanan yang mereka butuhkan selama krisis. Upaya komunikasi ini dinilai penting bagi konsumen di masa pandemi Covid-19 ini.

Selain itu, perusahaan juga mesti tanggap menangkap tren yang dibutuhkan target konsumennya. Hal ini jelas diperlukan untuk memetakan layanan atau produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dalam mencari tahu hal tersebut, asumsi tanpa bukti pasti saja tidak cukup.

Di era ini, perusahan harus lebih mengandalkan data terpercaya ketimbang asumsi dan desas-desus saja. Maka, melakukan riset pasar menjadi kunci penting untuk membuka peluang lebih di masa krisis ini. salah satu langkah tepat dan terjangkau dalam menempuh riset pasar ialah dengan mempercayakannya kepada platform market research Populix.

Populix sendiri memiliki lebih dari 95.000 responden dengan berbagai kriteria. Di platform ini, pelaku usaha bisa dengan efisien melakukan riset pasar untuk mengidentifikasi kebutuhan target pasar dari bisnis anda.

3. Inovasi Strategi Pemasaran

Strategi utama yang harus dilakukan tentu dengan memanfaatkan berbagai market place online sebagai sarana memasarkan produk. Namun, bukan berarti hal itu bisa menyelesaikan semua masalah bisnis. Sebab, persaingan di market place pun semakin ketat.

Ribuan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga perusahaan besar yang telah memiliki toko fisik pun berbondong-bondong menjual produknya melalui berbagai market place. Begitu ketatnya persaingan antar pelaku usaha di pasar daring membuat strategi pemasaran menjadi faktor penentu. Di masa ini, pelaku usaha harus pandai dalam memantik keputusan membeli konsumen.

Masa krisis karena pandemi ini bukan menjadi akhir dari perjalanan bisnis anda. Sederet langkah dan strategi bisnis baru bisa anda terapkan untuk mempertahankan bisnis di masa krisis ini. Melakukan inovasi, riset pasar, serta menjaga loyalitas konsumen menjadi cara agar bisnis anda bisa secara cepat beradaptasi dengan situasi baru ini.

Artikel Terkait
8 Jenis Penelitian Skripsi dan Proses Pembuatannya
Skripsi merupakan sebuah tugas akhir yang harus diselesaikan mahasiswa sebelum mereka mendapatkan gelar sarjana. Ada beragam jenis penelitian skripsi yang dapat dikerjakan oleh mahasiswa. Pemilihan jenis penelitian skripsi tersebut tergantung pada bidang studi dan tujuan penelitian yang ingin dicapai. Lantas, apa saja jenisnya? Jenis Penelitian Skripsi Berikut ini adalah beberapa jenis penelitian skripsi yang umum […]
10 Cara Menaikkan Follower Instagram dengan Cepat dan Gratis
Anda ingin akun Instagram bisnis atau pribadi memiliki followers yang banyak? Tenang, ada cara menaikkan follower Instagram dengan cepat dan mudah. Jika followers banyak, tentunya konten Anda pun akan dikenal lebih luas. Instagram bukan hanya dijadikan sebagai media sosial untuk tempat mengekspresikan diri, melainkan juga wadah untuk berbisnis. Banyaknya followers yang aktif berkomentar dapat membuat […]
Populix
06 Jun 2024
Leap Day 2024 Jadi Google Doodle, Apa Artinya?
Ada yang menarik dengan tampilan Google pada Kamis, 29 Februari 2024, yakni bertema Leap Day 2024. Dalam ilustrasinya, digambarkan leap day layaknya katak yang sedang melompat. Pada katak tersebut tertulis angka 29. Sementara itu, di bagian samping katak terdapat angka 28 dan 1. Angka 29 yang terdapat di tubuh katak tergambar berada di posisi tengah […]