Populix Mengungkapkan hanya 2 dari 5 Orang yang Memahami Kebijakan Wajib Asuransi Kendaraan Bermotor
Populix

Populix Mengungkapkan hanya 2 dari 5 Orang yang Memahami Kebijakan Wajib Asuransi Kendaraan Bermotor

2 tahun yang lalu 4 MENIT MEMBACA

Populix meluncurkan laporan terbaru berjudul Laporan “Sentimen Masyarakat terhadap Program Wajib Asuransi Kendaraan”. Laporan ini mengungkapkan wawasan mendalam mengenai tingkat pemahaman, persepsi, serta tantangan yang dihadapi masyarakat terkait dengan program wajib asuransi kendaraan bermotor. Studi yang dilakukan dengan mayoritasnya adalah pekerja kelas menengah atas dengan pendapatan bulanan hingga Rp5 juta, menunjukan hanya 2 dari 5 orang yang memahami kebijakan wajib asuransi kendaraan bermotor.

Sumber informasi utama masyarakat terkait program ini adalah media sosial (70%), namun banyak yang masih kurang mengerti tentang asuransi Third Party Liability (TPL) serta situasi di mana TPL berlaku. Mayoritas pemilik kendaraan mengetahui bahwa program wajib asuransi kendaraan bermotor bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum dan finansial kepada korban kecelakaan. Namun, sebagian besar belum memahami dengan mendalam manfaat dan mekanisme TPL, yang menanggung kerugian pihak ketiga akibat kecelakaan.

Indah Tanip, Head of Research Populix mengungkapkan bahwa kebijakan wajib asuransi kendaraan bermotor merupakan langkah positif untuk memberikan perlindungan hukum dan finansial kepada masyarakat. Namun, hasil survei kami menunjukkan bahwa pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap program ini masih sangat terbatas, terutama terkait asuransi TPL. Pemerintah dan pelaku industri perlu memberikan informasi yang lebih jelas dan mudah diakses agar kebijakan ini dapat diterima dan dipatuhi secara luas. 

asuransi kendaraan bermotor
Source: Freepik

Tingkat penerimaan masyarakat terhadap kebijakan ini cenderung netral, di mana sebagian besar masyarakat belum menunjukkan komitmen untuk langsung mematuhi aturan ini. Kelompok Gen Z terlihat lebih responsif dalam menanggapi kebijakan wajib asuransi, sementara kalangan milenial dan generasi yang lebih tua memilih menunggu informasi lebih lanjut. Di sisi lain, kalangan menengah atas mengekspresikan kekhawatiran terkait potensi biaya tambahan dan proses klaim asuransi yang dirasa kompleks.

Ketika ditanya mengenai preferensi dalam memilih produk asuransi, responden mengutamakan kecepatan proses klaim dan premi yang terjangkau sebagai faktor utama. Kurangnya informasi yang jelas mengenai produk asuransi juga menjadi tantangan dalam menentukan pilihan asuransi, di mana masyarakat sering merasa kesulitan dalam memahami perbedaan jenis produk dan kebijakan yang ditawarkan.

Dalam hal preferensi produk asuransi, responden menempatkan kecepatan proses klaim dan premi yang terjangkau sebagai faktor utama dalam menentukan pilihan. Namun, banyak yang merasa kurang informasi mengenai berbagai produk asuransi yang tersedia, serta tantangan dalam membedakan jenis produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kurangnya transparansi dalam informasi produk ini dapat mempersulit masyarakat dalam membuat keputusan, terutama bagi pemilik kendaraan yang baru pertama kali mempertimbangkan untuk membeli asuransi.

Laporan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pemerintah dalam membuat kebijakan dan perusahaan asuransi untuk memperkuat strategi sosialisasi yang tepat serta meningkatkan tingkat literasi masyarakat terhadap program wajib asuransi kendaraan bermotor. Dengan begitu, masyarakat Indonesia akan lebih memahami pentingnya perlindungan asuransi, dan program ini dapat berjalan dengan sukses demi keamanan dan kenyamanan berkendara di masa mendatang.

Untuk mengunduh laporan “Sentimen Masyarakat terhadap Program Wajib Asuransi Kendaraan” selengkapnya, silakan mengunjungi tautan berikut ini. 

###

Metodologi Penelitian: 

  • Penelitian dilakukan pada tanggal 12-19 Agustus 2024.
  • Survei dilakukan secara online terhadap total 1.001 responden, laki-laki dan perempuan berusia 17-55 tahun di Indonesia.
  • Durasi pengerjaan survei sekitar 15 menit.
  • Pertanyaan survei dikemas dalam bentuk kuesioner dengan format pilihan ganda tunggal, pilihan ganda kompleks, dan skala likert.

Tentang Populix 

Populix adalah perusahaan penyedia data dan layanan riset yang menghubungkan bisnis, institusi, dan individu dengan responden berkualitas, beragam, dan tepat sasaran di seluruh Indonesia. Mulai dari penelitian pasar, penelitian sosial, survei singkat, hingga lead generation dan brand activation, Populix memanfaatkan kekuatan teknologi untuk menyederhanakan proses pengumpulan data komprehensif dan memberikan lebih dari sekadar data, melainkan insights dan analisis mendalam untuk membantu klien dan mitra membuat keputusan yang lebih terinformasi serta rencana yang dapat dieksekusi. Untuk berlangganan informasi terkait studi-studi terbaru dari Populix, silakan mengunjungi info.populix.co. 

Kontak media:

Patricia Saputra
Marketing & PR Sr. Manager
0812 9106 8322
[email protected] 
Admin support Populix
0812 2175 5951
[email protected]
info.populix.co 
download report populix

Baca juga: 84% Pengguna Internet Indonesia Terpapar Iklan Judi Online

Tags:
Artikel Terkait
5 Cara Menentukan Universitas S2 dengan Tepat, Ini Tipsnya!
Universitas S2 yang kelak akan Anda pilih tidak hanya memengaruhi pengalaman belajar, tetapi dapat juga berpengaruh untuk masa depan karier. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara menentukan universitas yang sesuai dengan kebutuhan akademik dan profesional Anda. Artikel ini akan memberikan panduan praktis, sekaligus memperkenalkan solusi pendukung untuk membantu Anda menentukan kampus pascasarjana. Mengapa Memilih […]
Supply Chain Management: Pengertian, Tujuan, Fungsi & Proses
Bagi sebuah perusahaan, menerapkan supply chain management (SCM) penting untuk Anda lakukan. Karena dengan SCM, pengeluaran untuk biaya produksi dan distribusi bisa lebih ditekan. Selain menekan biaya, supply chain management adalah teknik yang bisa memberi manfaat signifikan pada divisi perusahaan lainnya juga. Pelajari selengkapnya tentang pengertian supply chain management, komponen, hingga contohnya di bawah ini. […]
7 Cara untuk Mengembangkan Upaya Berpikir Inovatif, Yuk Coba
Cara untuk mengembangkan upaya berpikir inovatif adalah hal yang sangat penting untuk dipelajari. Persaingan di dunia bisnis dan karir yang semakin ketat menuntut kita memiliki kemampuan tersebut. Harapannya, bekal ilmu ini dapat membantu diri serta organisasi bertahan dengan keunggulan kompetitif. Lalu apa itu inovatif dalam berpikir? Dan bagaimana cara mengembangkannya? Simak artikel berikut untuk mengetahui […]
Populix
08 Jun 2022