Mengenal Apa itu HSE: Pengertian, Fungsi, dan Penerapannya
Populix

Mengenal Apa itu HSE: Pengertian, Fungsi, dan Penerapannya

5 tahun yang lalu 4 MENIT MEMBACA

HSE adalah salah satu manajemen risiko yang ditujukan untuk memberikan perlindungan kesehatan, keamanan, maupun keselamatan. Bisa dikatakan, HSE singkatan dari Health, Safety, and Environment ini merupakan sistem dalam operasional perusahaan yang cukup penting dimiliki.

Pasalnya, HSE akan membantu perusahaan Anda memastikan seluruh kegiatan berjalan lancar tanpa adanya masalah yang merugikan. Untuk lebih lengkapnya, yuk simak pembahasan mengenai apa itu HSE, tugas, cara penerapan, hingga contohnya di bawah ini!

Apa itu HSE?

Secara umum, HSE singkatan dari Health, Safety, and Environment merupakan sistem atau prosedur yang ditujukan untuk mencegah berbagai risiko bahaya dalam lingkungan perusahaan. Pada pengertian lain, HSE adalah suatu praktik guna mengatasi potensi kerugian alias mencegah adanya kecelakaan dan ancaman.

Adapun manajemen HSE adalah berfokus terhadap lingkungan, kesehatan, serta keselamatan di area kerja. Umumnya, prosedur ini lebih banyak diterapkan oleh jenis industri manufaktur yang sangat membutuhkan sistem perlindungan kepada para pegawainya dari berbagai kecelakaan akibat peralatan kerja.

Mungkin Anda pun bertanya-tanya apa perbedaan HSE dan K3. Sebetulnya, HSE adalah sebutan lain untuk K3, yaitu Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Tak jauh berbeda, keduanya mengatur dan memastikan persoalan keselamatan para pegawai di tempat kerja secara umum. Sementara, HSE officer adalah panggilan untuk pengawasnya.

Tugas HSE

Manajemen HSE adalah hal penting yang wajib diterapkan setiap perusahaan ataupun pemberi kerja guna melindungi para karyawannya. Sehingga, kejadian-kejadian tak diinginkan pun bisa dihindari dengan memastikan tingkat kesehatan maupun keselamatan di area kerja.

Dengan kata lain, tugas HSE adalah mengidentifikasi segala aspek-aspek terkait ketertiban, kebersihan, maupun kesehatan dalam kegiatan operasional perusahaan. HSE bertanggung jawab untuk mengatur dan menjalankan prosedur K3 ini sesuai standar tertentu.

Fungsi HSE

Setelah mengetahui apa itu HSE dan tugasnya, adapula sejumlah fungsi HSE yang berguna bagi perusahaan maupun karyawan. Menurut UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, fungsi dari HSE adalah sebagai berikut.

  • Meningkatkan kepercayaan karyawan
  • Mencegah hilangnya pendapatan
  • Memelihara kebersihan, kesehatan, serta ketertiban
  • Memberikan pertolongan kecelakaan
  • Mencegah dan mengurangi risiko kecelakaan
  • Mencegah, mengurangi, ataupun memadamkan kebakaran di area kerja
  • Mencegah dan mengendalikan munculnya penyakit lantaran pekerjaan fisik ataupun terkait senyawa kimia berbahaya atau biohazard
  • Mencegah dan mengendalikan adanya kotoran, gas, asap, serta gangguan kesehatan lainnya

Baca juga: Panduan Cara Membuat Bisnis Plan Lengkap dengan Isinya

Cara Penerapan HSE

Berdasarkan pasal 35 ayat (3) UU No. 13 tahun 2003 tentang Tenaga Kerja, perusahaan atau pemberi kerja wajib melindungi para pegawainya, mulai dari memberikan perlindungan kesehatan mental dan fisik, keselamatan, hingga kesejahteraan.

Sementara, pasal 86 dalam UU tersebut menyebutkan bahwa para pegawai pun memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan atas kesehatan maupun keselamatan kerja sesuai harkat dan martabat manusia. Aturan-aturan ini sebetulnya bisa digunakan oleh perusahaan dengan menerapkan prosedur HSE di tempat kerja.

Adapun cara-cara yang bisa perusahaan lakukan untuk mengimplementasikan HSE adalah sebagai berikut.

  • Menyediakan fasilitas kesehatan dan tanggap darurat di tempat kerja
  • Memberikan pelatihan K3 dasar secara berkala kepada seluruh pegawai
  • Menyediakan berbagai peralatan keselamatan, seperti pemadam api dalam ruangan beserta penjelasan cara kerjanya
  • Membuat panduan keselamatan diri di lingkungan kerja, seperti poster, tanda jalan, dan sebagainya
  • Membuat dan mensosialisasikan prosedur evakuasi darurat kepada seluruh pegawai

Contoh Program Kerja HSE

Agar lebih paham apa itu HSE, berikut ini terdapat sejumlah contoh program kerja yang menerapkan prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

1. Pemeriksaan Peralatan HSE

Salah satu contoh program kerja HSE adalah kegiatan pemeriksaan alat-alat untuk kebutuhan pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Ini biasanya dilakukan untuk perusahaan dalam bidang manufaktur yang memanfaatkan peralatan berat.

HSE officer bisa memberikan tanda keamanan pada alat tersebut selama periode tertentu. Namun, jika masa waktu itu habis, maka perusahaan wajib melakukan pemeriksaan kembali. Adapun pemeriksa HSE adalah seorang ahli khusus dari Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3).

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Membuat Flowchart untuk Perusahaan

2. Tanggap Darurat

Contoh lainnya dari HSE adalah program tanggap darurat. Kebijakan ini digunakan sebagai pencegahan keadaan darurat, seperti kebakaran, bencana alam, kecelakaan, dan semacamnya. Dalam hal ini, pelatihan sumber daya manusia beserta peralatan memadai pun sangat berperan penting.

3. Pelatihan HSE

Pelatihan HSE adalah salah satu contoh yang juga seringkali menjadi program utama di perusahaan. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memberikan pemahaman serta meningkatkan kompetensi para pegawai sesuai standar operasional. Misalkan, pengenalan bahaya kimia, penjelasan alat pelindung diri, dan lain sebagainya.

4. Penetapan Program Kerja

Penetapan program kerja antara perusahaan dengan karyawan merupakan hal penting dalam HSE. Ya, perusahaan wajib memberikan penjelasan mengenai kesepakatan kontrak bersama manajemen. Dengan demikian, hal ini dapat dijadikan sebagai acuan dasar para pegawai ketika melaksanakan pekerjaannya.

Itu dia pembahasan mengenai apa itu HSE, tugas, fungsi, hingga contoh-contohnya. Bisa dikatakan, HSE adalah masalah penting lantaran hal tersebut akan berpengaruh terhadap kelancaran operasional perusahaan. Sehingga, pelaksanaannya pun harus selalu ditinjau dan dievaluasi secara berkala.

Baca juga: Mengenal Apa itu B2B, Contoh Usaha & Perbedaannya dengan B2C

Tags:
Artikel Terkait
Instrumen Penelitian: Definisi, Karakteristik, Contoh
Dalam proses penelitian ada yang disebut instrumen penelitian. Menurut penjelasan dalam publikasi Columbia University, instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan, mengukur, dan menganalisis data yang terkait dengan penelitian Anda. Instrumen penelitian biasanya ditentukan oleh peneliti dan terikat pada metodologi penelitian. Instrumen penelitian dapat berupa wawancara, tes, survei, atau daftar periksa. Apa Itu Instrumen […]
7 Rekomendasi Aplikasi Content Creator, Bisa untuk Pemula
Menjadi content creator sebenarnya tidak perlu modal yang banyak, karena yang dibutuhkan yaitu niat, kreativitas, konsistensi, serta aplikasi content creator yang dapat mendukung produktivitas. Setiap content creator pasti memiliki aplikasi tertentu untuk membantu pekerjaannya, seperti untuk mengedit foto maupun video. Atau sekadar aplikasi media sosial untuk membagikan karyanya. Apakah aplikasi content creator ini penting untuk […]
Tips Persiapan Sidang Skripsi agar Lebih Siap & Percaya Diri
Persiapan sidang skripsi merupakan langkah penting yang sering kali terabaikan oleh para mahasiswa tingkat akhir. Banyak yang terlalu fokus pada penyempurnaan isi tulisan, revisi teknis, atau bahkan baru menyusun materi presentasi ketika waktu sidang sudah semakin dekat. Selain itu, keterbatasan waktu dan rasa percaya diri yang belum matang sering menjadi penghambat utama. Akibatnya, sidang skripsi […]