Temuan Populix Jelang Pilkada 2024: Masyarakat Lebih Mewajarkan Politik Dinasti Ketimbang  Politik Uang
Populix

Temuan Populix Jelang Pilkada 2024: Masyarakat Lebih Mewajarkan Politik Dinasti Ketimbang  Politik Uang

2 tahun yang lalu 4 MENIT MEMBACA

Jakarta, 20 November 2024 – Populix meluncurkan sebuah laporan bertajuk Partisipasi dan Opini Publik Menjelang Pilkada 2024: Politik Dinasti dan Politik Uang. Dalam laporan ini Populix menemukan bahwa sebagian besar calon pemilih cenderung mewajarkan praktik politik dinasti. Sedangkan pada praktik politik uang, mayoritas mengaku akan menolak dan cenderung siap melaporkan praktik tersebut. Kesimpulan ini didapatkan melalui survei kepada 962 responden yang didominasi Gen-Z dan Milenial. 

Hampir Dua Pertiga Responden Wajarkan Politik Dinasti

Politik dinasti merujuk pada kekuasaan di bidang politik yang dikuasai oleh sekelompok orang yang masih terikat hubungan keluarga. Meskipun tidak serta merta melanggar demokrasi, pola politik ini cenderung bertentangan dan mengancam konsep desentralisasi kekuasaan yang menjadi landasan sistem demokrasi. Pasalnya dalam sebuah dinasti, keputusan publik cenderung diabaikan.

politik dinasti
Source: Populix

Populix menemukan bahwa 65% responden cenderung mewajarkan politik dinasti. Bahkan lebih dari seperlima (21%) responden menyatakan bisa menerima politik dinasti. Sedangkan yang benar-benar menolak hanya sekitar 10% dari total responden.

Manajer Riset Sosial Populix, Nazmi Haddyat Tamara menjelaskan, “Pewajaran ini bukan tanpa alasan. 74% responden yang mewajarkan politik dinasti beralasan bahwa mereka tidak masalah selama kandidat memiliki kompetensi yang baik. Temuan ini senada dengan hasil penelitian kami sebelumya tentang kriteria calon pemimpin daerah. Di mana publik kini cenderung lebih berfokus pada sosok calon pemimpin daerah, dengan rekam jejak dan visi-misi sebagai kriteria utama.”

politik dinasti
Source: Populix

“Selain kompetensi kandidat, proses pemilihan umum secara langsung menjadi alasan 54% responden menerima politik dinasti. Hal ini menunjukkan kepercayaan publik terhadap integritas proses pemilihan umum di Indonesia.”

“Kemudian lebih dari sepertiga responden percaya, keberlanjutan dinasti akan menjamin keberlanjutan kebijakan dari periode sebelumnya. Alasan ini mungkin mewakili keresahan publik terhadap perubahan kebijakan yang terjadi setiap pergantian kepemimpinan,” tambah Nazmi.

Politik Uang Sasar Calon Pemilih Tanpa Pandang Bulu

Selain politik dinasti, isu lain yang sering muncul selama Pilkada adalah politik uang. Politik uang merujuk kepada praktik pemberian atau janji menyuap agar mereka tidak memilih atau memilih sesuai arahan dari si pemberi suap. Aksi ini biasa dilakukan menjelang hari pemilihan, atau bahkan di pagi hari sebelum pemilihan yang biasa disebut “serangan fajar”.

Nazmi mengungkapkan, “Menurut survei Populix, 50% responden mengaku pernah ditawari uang atau hadiah saat akan mencoblos. Berbeda dari asumsi bahwa politik uang cenderung terjadi di kalangan menengah ke bawah, 47% responden dari kalangan atas mengaku pernah ditawari suap.”

politik uang
Source: Populix

Menurut hasil penelusuran Populix, tim sukses kampanye menjadi agen politik uang yang paling sering ditemukan di lapangan, disusul dengan pengurus partai politik. Tak hanya “orang partai”, teman atau tetangga sekitar juga ketua RT maupun RW juga ditunjuk sebagai perantara suap demi memuluskan kemenangan para bakal calon pemimpin daerah.

Mayoritas Tolak Politik Uang

Meskipun gencar dilakukan, hanya 35% responden yang mewajarkan praktik politik uang. Selebihnya dengan tegas menolak praktik suap ini. Bahkan 77% dari orang yang menolak politik uang cenderung akan melaporkan pelanggaran ini kepada panitia pemilihan umum maupun pihak berwajib lainnya.

politik uang
Source: Populix

Pengumpulan data survei ini dilakukan pada 23-26 Mei 2024, dengan melibatkan 962 responden secara online dari seluruh wilayah Indonesia. Kriteria responden terdiri dari laki-laki dan perempuan, dengan beragam latar belakang pendidikan, mulai dari SMP hingga S2. Selain itu para responden juga mewakili tiga status sosial-ekonomi, mulai dari tingkat bawah (18%), menengah (43%), juga atas (38%).

Untuk mengunduh laporan “Partisipasi dan Opini Publik Menjelang Pilkada 2024: Politik Dinasti dan Politik Uang”, silakan mengunjungi tautan berikut ini.

**

Tentang Populix 

Populix adalah perusahaan riset yang menghubungkan bisnis, institusi, dan individu dengan responden berkualitas, beragam, dan tepat sasaran di seluruh Indonesia. Mulai dari penelitian pasar, penelitian sosial, survei singkat, hingga media engagement dan brand activation, Populix memanfaatkan teknologi untuk menyederhanakan proses pengumpulan data yang komprehensif dan memberikan insight mendalam. Lebih dari sekadar analisis, Populix membantu klien dan mitra menyampaikan pesan yang kuat dan tepat sasaran kepada audiens relevan, mendukung penyusunan rencana strategis dan pengambilan keputusan yang lebih terinformasi. Untuk berlangganan informasi terkait studi-studi terbaru dari Populix, silakan mengunjungi info.populix.co. 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Patricia Saputra
Marketing & PR
0812 9106 8322
[email protected] 
Admin support Populix
0812 2175 5951
[email protected]
info.populix.co 
download report populix

Baca juga: Temuan Populix tentang Pilkada 2024: Calon Pemilih Lebih Pentingkan Sosok Calon Kepala Daerah ketimbang Partai Pengusung

Artikel Terkait
Desain Penelitian: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis
Dalam proses penelitian ada yang disebut dengan desain penelitian. Desain penelitian adalah bentuk rencana sistematis yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data, analisis data, hingga akhirnya mendapatkan tujuan penelitian. Desain penelitian bisa juga disebut kerangka kerja. Keberadaan desain penelitian sangat penting, karena dapat memengaruhi validitas dan reliabilitas dari hasil penelitian. Apa Itu Desain Penelitian? Desain penelitian […]
Tren Affiliate Marketing di Kalangan Publik dan Pengusaha
Affiliate marketing atau afiliasi pemasaran muncul menjadi salah satu elemen penting dalam lanskap bisnis saat ini yang begitu kompetitif. Kemampuan affiliate marketing mendorong penjualan dan meningkatkan kesadaran merek membuat banyak pengusaha memanfaatkan strategi pemasaran ini untuk meningkatkan pendapatan mereka. Tak hanya para pengusaha, masyarakat awam pun mulai tertarik bergabung dalam affiliate program. Mereka menyadari ada […]
Apakah Industri Halal Indonesia Bisa Bersaing secara Global?
Angka perekonomian pasa industri halal Indonesia diperkirakan akan meningkat pesat karena adanya rencana pemerintah tentang Indonesia sebagai pusat halal dunia di tahun 2024. Presiden Joko Widodo menargetkan Indonesia menjadi Pusat Halal Dunia (Global Halal Hub) pada 2024. Sebab, Indonesia yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, sehingga berpotensi menjadi pusat industri halal dunia. Terkait industri […]