Mengenal Buying Motives, Hal Penting untuk Pemilik Brand
Clara Ruth Claudia

Mengenal Buying Motives, Hal Penting untuk Pemilik Brand

4 tahun yang lalu 3 MENIT MEMBACA

Buying motives itu penting banget, loh, buat para pemilik brand, karena buying motives merepresentasikan alasan-alasan konsumen membeli produk atau menggunakan jasa kita. Buying motives juga bisa merefleksikan kebutuhan, emosi, perasaan, situasi, dan bahkan personality konsumen.

Sekarang kita diskusi, yuk.

Apa Itu Buying Motives?

Apa, sih, motive kamu untuk minum kopi? Untuk bangkitkan mood kamu yang jelek seharian karena deadline kantor? Bikin kamu melek seharian jadi gak ngantuk-ngantuk pas kerja? Atau, memang sudah jadi kebiasaan kamu setiap hari buat minum kopi?

Populix juga pernah membuat riset tentang apa sebenarnya buying motives orang minum kopi.

Dalam riset tersebut, Populix mengaplikasikan teori Maslow’s Hierarchy of Needs untuk mengetahui motive seseorang dalam meminum kopi. Dengan mengetahui motive-nya, kita jadi bisa tahu juga preferensi jenis kopi yang mereka minum, kapan biasanya mereka minum, dan bahkan bisa menghubungkan dengan brand image dari coffee shop-nya, loh.

Masih bingung? Sini, kita kasih tahu…

1. Minum Kopi karena Butuh Energi

buying motives
Source: Freepik

Ada orang yang minum kopi untuk memberikan energi ke dirinya di tengah kesibukan atau saat lagi mumet, sehingga dia bisa mengatasi kesulitannya. Preferensi kopinya? Ya tentu saja yang pahit-pahit dan strong. Contohnya: americano, espresso, dan black coffee.

Biasanya mereka minum kopi ketika lagi ada deadline kerjaan, meeting seharian, atau lagi ngerjain kerjaan yang susah bangeett… Brand image coffee shop yang dihubungkan dengan tipe orang seperti ini adalah Djournal Coffee, Tanamera, dan Anomali Coffee.

2. Minum Kopi untuk Memanjakan Diri

buying motives
Source: Freepik

Ada juga orang yang minum kopi karena mau indulge dirinya. Maksudnya gimana, sih, “memanjakan” diri dengan minum kopi? Jadi, tipe orang yang seperti ini biasanya mau mendapatkan sensorial pleasure dari aroma, tekstur, dan rasa kopi.

Selain itu, biasanya orang seperti ini mau coba kopi yang aneh-aneh (maksudnya, dicampur dengan bahan lainnya). Contohnya? Kopi-kopi kekinian. Misalnya, kopi cincau, kopi dengan sirup cokelat dan whipped cream, kopi pakai jeli, bahkan ada kopi campur yogurt dan pisang!

Biasanya mereka minum kopi ketika lagi office break, sore-sore, atau pas hangout sama teman. Brand image coffee shop-nya ya tentu saja merek kopi kekinian, seperti Kopi Kenangan, Kopi Janji Jiwa, Kopi Lain Hati, dan semacamnya.

3. Minum Kopi untuk Bonding dengan Orang Lain

buying motives
Source: Freepik

Lalu, ada orang yang minum kopi karena mau bonding dengan orang lain. Mereka merasa kopi itu bisa menyatukan dan membuat mereka menjadi lebih dekat. Preferensi kopinya pun beragam, karena tergantung masing-masing orang yang mau bonding.

Biasanya mereka minum kopi ketika lagi meeting sama potential client atau hangout sama teman baru. Brand image coffee shop untuk orang dengan tipe seperti ini adalah Starbucks. Sesuai dengan salah satu values Starbucks “Creating a culture of warmth and belonging, where everyone is welcome”.

Sebenarnya masih banyak lagi buying motives dari minum kopi.

Lalu pertanyaannya, kenapa pemilik brand harus tahu buying motives dari konsumen mereka? Apakah segitu pentingnya? Iya dooong… Penting banget! Sebab, dengan tahu buying motives dari konsumen, pemilik brand bisa bikin strategi agar konsumen bisa terhubung dengan brand tersebut, sehingga konsumen bisa loyal terhadap brand-nya dan pastinya, konsumen jadi merekomendasikan brand tersebut ke orang lain juga!

Mau tahu apa buying motives dari konsumen kamu?

Kamu bisa klik Populix untuk info lebih lanjut 😊 

Kenapa, sih, harus Populix? Karena kita menyediakan platform online survey self-service Poplite dan juga layanan full-suite research Enterprise yang bisa disesuaikan dengan budget dan kebutuhan risetmu 😊

#populix #powerallvoice #powerallgrowth

Source:

  • Populix – Study on Coffee Shop Goers – October 2022
  • https://lrwonline.com/perspective/consumer-psychology-101-what-is-motivation/

Baca juga:

Pentingnya Analisis Pasar untuk Bisnis, Ini Tujuan & Caranya!
Brand Portfolio: Definisi, Contoh, Keuntungan, Elemen
Panduan Riset Pasar untuk Startup, Ini Langkah-Langkahnya!

Tags:
Artikel Terkait
Grounded Theory: Pengertian hingga Contoh Penelitiannya
Ada beragam metodologi yang dipakai dalam proses penelitian, salah satunya yaitu grounded theory. Grounded theory adalah metodologi penelitian kualititafi yang digunakan untuk mengembangkan teori. Grounded theory merupakan metodologi penelitian yang cocok untuk mengembangkan teori karena tiga alasan. Pertama, grounded theory memiliki reputasi yang mapan untuk mempelajari perilaku manusia dan untuk membuat klaim pengetahuan tentang bagaimana […]
Rekrutmen PT KAI 2024, Cek Bidang Pekerjaan dan Kualifikasi
Rekrutmen PT KAI tahun 2024 telah dibuka secara resmi. PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuka rekrutmen tingkat S1 untuk progeam Management Trainee sejak 17 April 2024. “KAI kini membuka rekrutmen tingkat S1 tahun 2024 untuk posisi Management Trainee bekerja sama dengan PT Dayalima Recruitment. Bagi #Railfriends yang tertarik untuk mengikuti rekrutmen, buruan cek detail informasinya […]
Pentingnya Laporan Keuangan Real-Time dengan Aplikasi Kasir
Dalam dunia bisnis yang cepat berubah, mendapatkan informasi keuangan yang tepat dan cepat adalah kunci untuk keberhasilan. Pernahkah Anda merasa buruk ketika menunggu laporan keuangan sampai akhir bulan? Nah, itulah mengapa laporan realtime untuk keuangan kini menjadi semakin relevan. Dalam artikel ini, kita akan menelusuri pentingnya laporan keuangan real-time dengan aplikasi kasir dan bagaimana ini […]