Populix Ungkap Tren Skincare Gen Z dan Milenial: Meskipun Dibanjiri Produk Luar, Skincare Lokal Masih Juara
Populix

Populix Ungkap Tren Skincare Gen Z dan Milenial: Meskipun Dibanjiri Produk Luar, Skincare Lokal Masih Juara

1 tahun yang lalu 3 MENIT MEMBACA

Jakarta, 16 Mei 2025 – Populix, perusahaan riset berbasis teknologi asal Indonesia, menemukan bahwa meskipun dibanjiri produk luar, 87% generasi milenial dan Z masih menggunakan produk perawatan kulit (skincare) lokal asal Indonesia. Meskipun begitu, apabila ditanya tren skincare dari negara mana yang jadi rujukan, mayoritas masih menjawab produk skincare asal Korea Selatan.

Temuan ini didapatkan dalam penelitian terbaru Populix bertajuk “Millennials & Gen Z Report: Local vs. Global Skincare Trends and Market Shifts” yang didapatkan melalui survei kepada 1.100 orang milenial dan Gen Z di seluruh Indonesia. Jumlah responden pria dan wanita seimbang, dan didominasi kalangan menengah ke atas yang sudah bekerja.

Saat ditanya asal produk perawatan kulit yang mereka gunakan, mayoritas responden mengaku menggunakan merek lokal. Hal ini berbanding jauh dengan produk Korea Selatan yang hanya digunakan 31% responden, disusul Jepang dengan 16%, Amerika dengan 5%, Perancis di 3%, lalu Australia di 2%.

Indah Tanip, VP of Research Populix, mengungkapkan, “Temuan ini cukup menarik, karena meskipun produk yang digunakan mayoritas dari Indonesia, 72% responden menobatkan Korea Selatan sebagai kiblat produk dan inovasi skincare mereka. Bahkan angkanya terpaut cukup jauh dari produk Indonesia (27%) dan produk Jepang (23%) sebagai rujukan kedua dan ketiga.”

Lebih jauh lagi Populix mempelajari alasan para konsumen muda ini tertarik dengan produk luar negeri. Dua alasan paling utama adalah persepsi publik tentang inovasi dan teknologi yang lebih maju (56%) dan bahan baku yang lebih bagus (48%). Disusul pengaruh rekomendasi dari influencer maupun ahli kecantikan (22%), kecocokan pada jenis kulit pengguna (14%), harga yang cenderung lebih kompetitif (11%), dan kemasan yang lebih menarik dan aesthetic (10%).

“Temuan ini menunjukkan masih adanya peluang pengembangan industri skincare lokal, khususnya dari sisi inovasi dan pemilihan bahan baku. Apabila para pelaku industri jeli, keunggulan produk mancanegara ini bisa diterapkan pada produk lokal. Terlebih pada dasarnya mereka masih unggul dari sisi pangsa pasar dan jangkauan,” tegas Indah.

Tren Penggunaan Produk Perawatan Kulit

Pada penelitian ini Populix juga mengungkap tren penggunaan produk skincare di kalangan milenial dan Gen Z.

tren skincare gen z dan milenial
Source: Populix

Tiga dari lima (59%) konsumen muda membeli skincare satu hingga tiga bulan sekali. Kemudian, 15% di antaranya akan membeli ketika produk perawatan sudah habis, dan sekitar 6% mengaku terdorong untuk melakukan pembelian ketika ada promosi maupun potongan harga besar. Meskipun begitu 13% mengaku tidak menggunakan produk perawatan kulit sama sekali. Hal ini menunjukkan adanya untapped market yang sebenarnya masih bisa digali oleh para pelaku industri.

Kemudian dari sisi produk, produk skincare yang paling sering dibeli adalah cleanser atau pembersih wajah (63%). Disusul produk sunscreen atau tabir surya (54%) yang didominasi

oleh Gen Z, moisturizer atau pelembab (51%), lalu produk serum (33%) yang didominasi oleh generasi milenial.

Kemudian dilihat dari sumber informasi mengenai tren perawatan wajah, 65% responden mengaku terinspirasi dari sosial media seperti Instagram, TikTok, juga YouTube. Kemudian disusul review atau ulasan di marketplace atau e-commerce (27%), rekomendasi dari teman atau keluarga (23%), lalu rekomendasi dari influencer atau KOL kecantikan (19%). Promosi melalui iklan digital maupun televisi dinilai lebih menarik perhatian milenial ketimbang Gen Z.

Untuk melihat “Millennials & Gen Z Report: Local vs. Global Skincare Trends and Market Shifts” secara lengkap, silakan mengunjungi tautan berikut ini.

###Selesai###

Tentang Populix

Populix adalah perusahaan riset berbasis teknologi yang menghubungkan bisnis, institusi, dan individu dengan responden berkualitas, beragam, dan tepat sasaran di seluruh Indonesia. Dengan pendekatan berbasis data dan dukungan teknologi terkini, Populix menyediakan solusi riset end-to-end—mulai dari perencanaan, pengumpulan data, analisis, hingga pelaporan—untuk kebutuhan riset pasar maupun studi kebijakan publik dan sosial. Selain layanan riset kustom, Populix juga mengembangkan platform survei mandiri berbasis online untuk membantu pengguna mengakses insight secara cepat dan efisien. Untuk mengunduh studi-studi terbaru dari Populix, silakan mengunjungi info.populix.co.

Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Patricia Saputra
Marketing & PR Sr. Manager
0812 9106 8322
[email protected]
Admin Support Populix
0812 2175 5951
[email protected]
info.populix.co
tren skincare
Artikel Terkait
Optimalkan Penetapan Harga Kendaraan dengan Riset Pasar
Harga kendaraan menjadi salah satu faktor penentu dalam keputusan pembelian konsumen, terutama dalam kondisi industri otomotif saat ini yang kian kompetitif. Konsumen tidak hanya melihat kualitas dan fitur kendaraan, tetapi juga menimbang apakah harga yang ditawarkan sesuai dengan daya beli mereka? Di sinilah riset pasar memainkan peran penting untuk membantu dealer maupun produsen industri otomotif […]
Audience Targeting Strategy for SEA Brands Entering Indonesia
Audience targeting is the foundation of a successful Southeast Asia (SEA) expansion strategy, particularly when Indonesia is your primary market entry point. As the largest economy and most populous country in SEA, Indonesia offers massive growth potential, but also complex challenges due to its diverse demographics, behaviors, and regional differences, for regional and global brands, […]
Tips Membuat Pertanyaan Kuesioner Penelitian agar Tidak Bias
Dalam penelitian kuantitatif, pertanyaan kuesioner memegang peran sentral dalam menentukan kualitas hasil riset. Pertanyaan yang disusun dengan baik akan menghasilkan data valid dan bisa diandalkan, sementara pertanyaan yang bias justru dapat menyesatkan analisis dan kesimpulan penelitian. Itulah sebabnya, menyusun pertanyaan kuesioner bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi bagian penting dari desain metodologi penelitian itu sendiri. Bayangkan […]