UU KIA Disahkan, Para Ibu Bekerja Wajib Tahu Isi Aturannya!
Populix

UU KIA Disahkan, Para Ibu Bekerja Wajib Tahu Isi Aturannya!

2 tahun yang lalu 3 MENIT MEMBACA

Pada Selasa, 4 Juni 2024, DPR RI resmi mengesahkan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak atau UU KIA. Disahkannya UU ini membuat para ibu bekerja berhak mendapat cuti melahirkan hingga 6 bulan.

Pengesahan UU KIA oleh DPR RI ini dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2023-2024 yang dipimpin Puan Maharani sekali Ketua DPR RI.

“Apakah RUU tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan dapat disahkan menjadi undang?” tanya puan kepada seluruh Anggota Dewan yang hadir. Kemudian, seluruh Anggota Dewan pun menjawab setuju.

Kebijakan UU KIA

UU KIA
Source: Freepik

Ada beberapa hal yang diatur dalam UU KIA, seperti ibu berhak mendapat cuti melahirkan paling singkat 3 bulan pertama dan paling lama 3 bulan berikutnya jika terdapat kondisi khusus.

Hal tersebut diatur dalam pasal 4 ayat 3 UU KIA:

Ayat (3)
Selain hak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), setiap Ibu yang bekerja berhak mendapatkan:
a. Cuti melahirkan dengan ketentuan:
1. Paling singkat 3 (tiga) bulan pertama; dan
2. Paling lama 3 (tiga) bulan berikutnya jika terdapat kondisi khusus yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter.

    Di sisi lain, ada juga ayat 4 yang mengatur bahwa cuti melahirkan itu wajib diberikan oleh pemberi kerja.

    Pun mengatur bahwa seorang ibu yang sedang cuti melahirkan tidak dapat diberhentikan dari pekerjaannya dan tetap memperoleh haknya. Termasuk mendapat upah penuh untuk 3 bulan pertama.

    Pasal 5
    (1) Setiap Ibu yang melaksanakan hak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf a dan huruf b tidak dapat diberhentikan dari pekerjaannya dan tetap memperoleh haknya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan.
    (2) Setiap Ibu yang melaksanakan hak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf a berhak mendapatkan upah:
    a. Secara penuh untuk 3 (tiga) bulan pertama;
    b. Secara penuh untuk bulan keempat; dan
    c. 75% (tujuh puluh lima persen) dari upah untuk bulan kelima dan bulan keenam.

    Baca juga: Apa Itu Workaholic? Ini Ciri dan Bedanya dengan Pekerja Keras

    Cuti untuk Suami

    Sementara itu, UU KIA ini pun mengatur kewajiban suami untuk mendampingi istri selama masa persalinan dengan memberikan hak cuti selama 2 hari dan dapat diberikan tambahan 3 hari berikutnya atau sesuai dengan kesepakatan pemberi kerja.

    Bagi suami yang mendampingi istri yang mengalami keguguran berhak mendapatkan cuti 2 hari.

    UU KIA sebagai Upaya Mengatasi Permasalah Ibu dan Anak di Indonesia

    Mengutip laman CNBC Indonesia, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Bintang Puspayoga mengatakan UU ini disusun sebagai upaya mengatasi berbagai permasalahan ibu dan anak di Indonesia, seperti kematian ibu saat melahirkan, angka kematian bayi, hingga stunting.

    Melalui RUU yang sudah sah menjadi UU ini, pemerintah akan menjamin hak-hak anak selama fase seribu hari pertama kehidupan hingga menetapkan kewajiban keluarga, termasuk ibu dan ayah.

    “Suami wajib memberikan kesehatan, gizi, dukungan pemberian air susu ibu, dan memastikan istri dan anak mendapatkan pelayanan kesehatan dan gizi,” kata Bintang.

    “Meringankan beban ibu dan terciptanya lingkungan yang ramah ibu dan anak, baik di keluarga, di tempat kerja, maupun di ruang publik merupakan prasyarat penting kesejahteraan ibu dan anak pada fase seribu hari pertama kehidupan,” sambungnya.

    ***

    Demikian kabar terkait pengesahan UU KIA. Jangan lupa baca juga artikel Populix lainnya untuk menambah wawasan Anda.

    aplikasi Populix survei online

    Baca juga: Apa Itu Tapera yang Menuai Pro Kontra karena Memotong Gaji?

    Tags:
    Artikel Terkait
    The Power of Strong Community in Sports Brands
    In this competitive market, sports brands are no longer trying to differentiate themselves only through product features and price. Now, they’re going beyond that. They are starting to build strong communities to create more meaningful connections with their customers. This has now become a new strategy for sports brands to address emerging challenges, as the […]
    Riset Disertasi Doktoral Lebih Efisien dengan Survei Online
    Riset disertasi doktoral adalah puncak perjalanan akademik yang menuntut ketekunan, kedalaman analisis, serta kemampuan metodologis yang matang. Dalam tahap ini, mahasiswa doktoral diharuskan menghasilkan penelitian orisinal dengan kontribusi signifikan pada bidang ilmunya. Namun, di balik tujuan tersebut, proses riset sering kali dipenuhi berbagai tantangan, terutama dalam hal pengumpulan data. Metode konvensional, seperti wawancara tatap muka, […]
    Panduan Cara Mengolah Data Kuesioner secara Manual, Mudah!
    Dalam suatu penelitian, pengolahan menjadi proses yang harus dilalui sebelum melakukan analisis data. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan informasi yang sesuai dan valid. Hal tersebut juga berlaku untuk data kuesioner. Lantas, bagaimana cara mengolah data kuesioner? Kuesioner menjadi salah satu teknik pengumpulan data yang sering digunakan oleh banyak orang, entah itu mahasiswa untuk pengerjaan tugas […]